Senin, 20 Mei 2013

ANEKA PEMBAGIAN PENDUDUK INDONESIA

Aneka Pembagian Penduduk Indonesia
Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dahulu, penduduk Indonesia dibagi dalam 3 golongan dan masing-masing golongan penduduk tersebut mempunyai hukum perdata sendiri-sendiri.
Menurut Pasal 163 ayat (1) I.S (Indische Staatsregeling), enduduk Indonesia dibagi dalam 3 golongan penduduk, yaitu:

a. Golongan Eropa

Menurut Pasal 163 ayat (2) I.S., yang termasung dalam golongan Eropa adalah:
1. Semua warganegara Belanda.
2. Bukan warganegara Belanda, tetapi orang yang bersal dari Eropa.
3. Semua warganegara Jepang.
4. Orang-orang yang bersal dari negara lain yang hukum keluarganya sama dengan hukum keluarga Belanda.
5. Keturunan mereka yang tersebut di atas.

Makna Kebangkitan Nasional Bagi Generasi Muda

Seratus tahun lebih yang lalu, tanggal 20 Mei digalang kekuatan oleh para pemuda di wilayah nusantara ini untuk menyatukan tekad bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

RENTETAN perjuangan dengan gelimang perngorbanan yang tak terhitung berujung pada tercapainya tujuan merdeka pada  17 Agustus 1945 lalu. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita kebangkitan nasional sudah tercapai. Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini, apakah pesan dari ‘Hari Kebangkitan Nasional’ sudah benar-benar terwujud di segala lini kehidupan Bangsa Indonesia?

Tentu salah satu indikator penilaian, tidak akan terlepas dari kondisi dunia pendidikan kita sendiri. Apakah dunia pendidikan sudah benar-benar sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Lalu bagaimana dengan para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini?

Menurut Kepala Disdikpora Palembang Pak Riza Fahlepi, sama halnya dengan Hari Pendidikan, pelajar dan generasi muda harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan bangkit untuk mencapai prestasi yang gemilang. Dengan kata lain, harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan dengan memperbaiki, meningkatkan, atau mempertahankan prestasi yang sudah ada.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari tidak kurang 13.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke (hasil survei dan verifikasi terakhir Kementerian Kelautan dan Perikanan). Beragam suku bangsa, bahasa dan agama juga menjadi hal yang unik dari Bangsa Indonesia. Sedikit saja gesekan yang terjadi dalam masyarakat maka akan berakibat fatal, sering kita saksikan dalam media massa beberapa peristiwa yang mencabik-cabik rasa nasionalisme kebangsaan. Perang antar suku, pemberontakan, tawuran warga dan lain-lain yang dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa.
Untuk itu diperlukan rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan yang menjadi slogan belaka, tetapi benar-benar dapat menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia. Dan salah satu hal yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan adalah Kebangkitan Nasional, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesaia (NKRI) seharusnya Pemerintah memberikan perlakuan yang sama terhadap rakyatnya dari Sabang sampai Marauke, bila rakyat di satu wilayah sejahtera maka selayaknya rakyat di wilayah lainpun sejahtera agar asas Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jika kita kembali kepada sejarah, kebangkitan nasional merupakan peristiwa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme diikuti dengan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selama masa penjajahan semangat kebangkitan nasional tidak pernah muncul hingga berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.